Raja Puyuh Resto & Cafe, Kulineran Sambil Nongki di Kota Wisata Cibubur

Halo-hola teman-teman, bagi kalian yang tinggal di perbatasan Jakarta Timur dengan Depok, Bekasi dan Bogor, tepatnya di kawasan Kota Wisata Cibubur, ada tempat kuliner sekaligus nongkrong asyik yang wajib banget didatangi. Namanya Raja Puyuh Cafe and Resto. 

Sebagai penghuni Cileungsi yang selemparan kolor jaraknya dari Kota Wisata jujur saya menyambut gembira akan kehadiran Raja Puyuh Resto & Cafe. Biasanya paling hanya ke mal yang suasananya ya gitu-gitu aja, sekarang bisa dong nongki santai (ga dikejar-kejar argo jam parkir) bareng keluarga atau teman mau kapan aja. Wikdey oke, wiken pun oke. 

Berada di Cluster Amsterdam, Jl. Boulevard Kota Wisata No.31 dengan mudah teman-teman bisa menemukan Raja Puyuh Cafe and Resto. Dari gerbang utama Kota Wisata tinggal lurus terus aja sampai ketemu bunderan dua kali. Nah tepat sebelum sekolah Fajar Hidayah dan berseberangan dengan kawasan ruko dan perkantoran Travalgar, kalau teman-teman melihat bangunan rumah bernuansa biru putih yes ga salah. Itulah Raja Puyuh Cafe and Resto.



Pak Karl, pemilik Raja Puyuh Cafe and Resto mengenang, awalnya ini adalah bangunan rumah biasa. Namun bentuk pilar-pilar yang menyangga bagian fasad eksterior jadi mengingatkannya pada kota Santorini di Yunani sana. Terinspirasi dari situlah kemudian ia mengadopsi warna biru, putih khas Santorini yang dipermanis dengan warna coklat kayu di hampir semua elemen. Mulai dari pintu, kusen, meja, kursi, cat dinding, lampu-lampu gantung dan lainnya. 

Saya akui tempat berkapasitas lebih dari 200 orang ini homey and cozy banget. Dari parkiran depan seolah ga berasa lagi datang ke Cafe and Resto tapi lagi berkunjung ke rumah teman. Tinggal pilih deh, mau di indoor maupun outdoor semua sama asyiknya buat kongkow-kongkow. Betaaaahh 😍


Apalagi masing-masing spot baik di indoor maupun outdoornya lumayan lega. Di outdoor terutama. Angin silir-silir, pemandangan hijau, ayunan di ujung dan batas masif yang luas bikin hati nyaman. Ga umpel-umpelan, ga perlu senggol-senggolan dan ga worried juga kalau orang lain bakal keberisikan volume suara kita yang sering bablas. 

Untuk furniture meja dan kursinya didominasi kayu dan besi. Yang saya suka ada kursi tamu jadul dari Jawa yang sontak mengingatkan saya pada rumah Mbah di kampung. Kursi tamu Jawa ini letaknya bersebelahan dengan kitchen. Konsep open kitchen yang ditata terbuka membuat pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan menu masakan. Bahkan aroma masakannya pun dapat langsung tercium dari kursi yang saya duduki. Waaa, saya makin ga sabar menanti pesanan saya tiba.

Lantas kenapa namanya Raja Puyuh? Pertanyaan menggelitik di hati saya terjawab juga. Jadi rupanya nama Raja Puyuh juga mengandung makna filosofis yang sangat memotivasi. 

"Yang namanya raja itu kan selalu terdepan atau tertinggi. Meskipun kita merangkak dari kecil seperti yang digambarkan mural di tembok pintu masuk resto tapi kami ingin menjadi resto yang terdepan di Indonesia dengan menu andalannya burung puyuh," jelas pak Karl dalam Press Con pada Rabu 13 Agustus 2020 kemarin. 



Chef Hendra kemudian menjelaskan, aneka hidangan burung puyuh yang disajikan berasal dari jenis Malon atau Manuk Londo. Dalam bahasa Jawanya jenis ini dinamakan burung Bule. Alasannya ga lain karena dari segi teksturnya yang empuk (ga alot seperti bebek dan ga sepa seperti ayam) daging puyuh juga memiliki kandungan kolestrol yang lebih rendah dari unggas lain. Waa, catet ini gaessss!!! 

Selain itu, burung puyuh juga didatangkan langsung dari supliernya dengan berat rata-rata di atas 225 gram. Chef Hendra meyakinkan, kalau burung puyuh di sini beda dengan burung puyuh yang disajikan di resto-resto lain. Jadi kalau teman-teman sudah pernah makan olahan daging puyuh pasti tau bedanya deh. 



Untuk pilihan menu, teman-teman jangan kuatir. Ada lebih dari tiga puluh jenis masakan yang diolah dari burung puyuh Manuk Londo. Mau maakanan khas Indonesia ada burung puyuh goreng rempah atau burung puyuh bakar rempah, sop, atau nasi goreng bisa dijadikan pilihan. 

Saya sendiri penasaran dengan menu burung puyuh goreng rempahnya. Disajikan dengan seporsi nasi, tahu goreng, dua macam sambal merah dan hijau, burung puyuh goreng rempah juga disajikan dengan rempahnya yang kriuk-kriuk. 


Ah iya benar, saat dipotek, dagingnya langsung lepas dari tulang. Teksturnya yang lembut, rasanya yang dalem tembus sampai ke dalem bikin saya ga berenti menyuap setiap sobekan daging puyuh dan menyisakan tulang aja. Kalau ga malu bisa-bisa tulangnya saya kunyah habis juga deh. Enak bener hihihi... 

Bosan dengan makanan Indonesia teman-teman bisa memilih steak, pasta, sandwich, hotdog atau burger puyuh. Petty-nya terbuat dari daging puyuh cincang dengan berat 200 gram. Saya melihat langsung di open kitchen lho saat menu ala bule ini petty-nya sedang digrill dengan fire torch gun. Suara desisnya bikin perut saya memberontak, hadeuhh!


Kalau teman-teman tidak ingin makan berat, ga usah khawatir. Ada pilihan lain yakni salad. Atau kalau cuma ingin ngopi saja oke. Di Raja Puyuh Resto and Cafe teman-teman bisa ngopi di Carls Cafe yang masih satu saudara dengan Raja Puyuh. Aneka pilihan minuman seperti cofee, mocktail, milk, chocolate atau health drinks semua ada di sini. Rekomendasi saya Berry Tea dan Hydro Cofee. Hydro Cofee itu sejenis minuman dari campuran kopi dan air kelapa asli. Seger deeeh hehee... 

Btw, untuk harga menu makanan dan minuman di Raja Puyuh Cafe and Resto ramah di kantong lho. Mulai dari 17 ribuan sampai 40 ribuan aja. Selain untuk wiskul di sini juga cocok banget buat nongkrong bareng teman-teman dan keluarga. Oh iya, info aja, di sini banyak colokan buat nge-charge dan juga ada wifi. Ada ayunan juga buat mainan anak dan tiap wiken ada alunan musik live akustik.. Yes penting nih!!! hahaha... 

Yes, yang membuat enggan beranjak dari tempat ciamik apalagi musik akustik. Di ujung luar ada panggung kecil yang diperuntukkan untuk suguhan hiburan bagi pengunjung. Live music hadir setiap wiken bada isya dengan musik easy listening yang dijamin kita bisa tetap menikmati hidangan sambil ngobrol dengan nyaman. Salut buat pak Karel yang jeli banget memikirkan hal ini.

Tak hanya itu, di lantai dua rumah yang dijadikan Cafe and Resto ini beberapa kursi dan meja dan ruang privat juga disiapkan pak Karel untuk pengunjung yang ingin mengadakan gathering, arisan atau meeting. 

Gimana, masih belum yakin di era new normal ini kongkow-kongkow di Raja Puyuh Resto and Caffe? Saya kasih tau ya, di sini menerapkan protokol kesehatan. Yang utama dari diri sendiri dulu aja untuk menggunakan masker. Nah sesampainya di resto kita disambut dengan pengecekan suhu pengunjung, kemudian pengunjung diarahkan untuk cuci tangan yang berada di setiap sudut, 



Untuk memaksimalkan proteksi terhadap paparan virus Covit seluruh karyawan yang bekerja pun menggunakan atribut sesuai protokel kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Jadi ga perlu parno ya teman-teman. Yuk, nongki bareng pas wikend hehe... 


_______

Raja Puyuh Resto & Cafe

Lokasi : Cluster Amsterdam, jalan Boulevard No 31 Kota Wisata

Jam buka : Weekday 11.00 - 22.00 WIB / Weekend 11.00 - 23. WIB

Range harga : 17.000 - 50.000

21 comments

  1. Semuaa menu masakannya sangat menggugah selera ya mba cuco banget kesukaan anak2ku smua ini mah lengkap bangt pngen cobain ayam gorengnyaa dehh endesss keknyaaa

    ReplyDelete
  2. Aduh pasti enak banget tuh goreng puyuh pakai nasi anget huhu jadi kangen nih makan burung puyuh garing.

    ReplyDelete
  3. bolehlah ya nanti datang ke sini dan makan si raja puyuh itu dan ku potek2 biar hap lalu di makan

    ReplyDelete
  4. Aihh ngiler lihat makanannya, aku penyuka daging burung puyuh goreng garing suka beli di Jalan. Boleh ah kapan-kapan ke Resto Raja puyuh.

    ReplyDelete
  5. belum sempat nyobain makan di tempat ini, semoga setelah pandemi bisa kesini deh, btw suka banget sama desain restonya warnanya biru-biru gitu dong ya, lv banget bikin adem

    ReplyDelete
  6. Mau mampir dan coba menu yang ada di sini deh, kebetulan banget minggu mau ke rumah ipar yang dekat dengan Kota Wisata Cibubur

    ReplyDelete
  7. interiornya lucu deh ini didominasi warna biru yaaa, hihihihi, jadi pengen ke sana juga deh kapan kapan kalo mampir ke jakarta ah

    ReplyDelete
  8. Mbak, punten mau nanya. Itu kolor siapa yang dilempar? Hehe....
    Aku baru sekali makan burung puyuh, waktu main ke Yogya. Enak ya ternyata. Jadi kepengen lagi.

    ReplyDelete
  9. Range harganya masih terjangkau ya mba, udah lama banget aku nggak ke kota wisata Cibubur. Kapan-kapan mau mampir ke Raja puyuh resto ah setelah pandemi usai!

    ReplyDelete
  10. Udah lama banget aku gak main dan makan disekitaran Cibubur, asik nih ada resto dengan harga yang ramah di kantong

    ReplyDelete
  11. wah ada kulineran baru di kota wisata cibubur! dan ada ruang terbukanyaaa

    ReplyDelete
  12. Burger puyuhnya menggoda banget.
    Raja puyuh resto ini cozy banget ya tempatnya, cocok buat kumpul santai atau kerja, tapi tetap dengan memperhatikan protokoler kesehatan

    ReplyDelete
  13. Tempatnya asik banget ini, apalagi dengan penerapan protokol kesehatan bikin mantap bersantap ceria di Raja Puyuh Cafe and Resto.

    ReplyDelete
  14. Wahhh, Jujur aku udah lama banget gak makan daging burung puyuh, terakhir kali wkatu SD kelas 2 coba wkwk sekitaran tahun 2002. Penasaran sama cafenyaa..

    ReplyDelete
  15. Aku galfok sama kata selemparan kolor mb 🤣 unik ya restonya, berasa di Santorini sambil nikmatin aneka olahan puyuh👏

    ReplyDelete
  16. Tetap jaga kesehatan tapi tetap bisa nongkrong di sini bersama teman-teman, pastinya seru banget ya

    ReplyDelete
  17. Makanannya kelihatan enak dan menggoda
    Pengenlah kapan kapan aku bilang Om suruh antar ke Cibubur

    ReplyDelete
  18. nuansa biru restonya bikin aku makin pengen cobain nih.. haha.. Menunya apalagi.. istimewa banget.

    ReplyDelete
  19. Kece nih inspirasinya dari Santorini rupanyaaa... khas ya warna biru putihnya itu.
    Yang steak menggoda tuh mba. Aku ga tega soalnya kalau makan yang wujud utuh.

    ReplyDelete
  20. Makanan nya enak-enak banget ya mba, aku jadi pengen kesana lagi, ditambah tempat nya yang Instagramable dan cozy jadi pengen lama-lama di raja puyuh😍

    ReplyDelete
  21. Aku tuh belum pernah loh mba makan olahan burung puyuh. Kata orang yang udh pernah makan sih enak, cuma aku masih blm berani aja. Mentok paling telor puyuh aja. Tapi liat ini jadi penasaran sama olahannya..keliatannya enak-enak banget

    ReplyDelete