Tips Menangkan Ramadan Sekaligus Membangun Kebaikan Berawal dari Kamar Tidur


Bulan Ramadhan seperti ini rasanya tidur menjadi hal yang istimewa buat saya. Bagaimana tidak, saya bangun setiap hari sekitar pukul 3 dini hari untuk menyiapkan sahur keluarga, lanjut sholat Subuh dan tadarusan atau mendengarkan murottal Alquran sampai matahari terbit. Sorenya sekitar pukul 3 sore saya mulai beraksi lagi di dapur menyiapkan makanan berbuka dan makan malam. 

Berpuasa selama 13 jam tentu membuat badan lemas dan tantangan terberatnya adalah melawan kantuk. Meskipun demikian beraktivitas seperti biasa harus tetap diutamakan. Puasa bukanlah alasan untuk tidur seharian. Namun saya akui, produktivitas rasanya jauh berkurang. Ide-ide mampet. 

Hal itulah yang sekarang dikeluhkan putri sulung saya, Nala. Tugas kuliahnya yang berderet ditambah kurang tidur membuat dia ngos-ngosan mengikuti ritme baru selama berpuasa ini. 

Saya sendiripun sebagai content creator yang penghasilannya tidak menentu tentu tidak bisa membiarkan kondisi kurang terus menerus. Dari banyak literasi yang saya baca, kurang tidur kalau dibiarkan lama-lama dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, diabetes, obesitas dan kanker. Duh, ngeri ya. 

Ada banyak hal yang menjadi penyebab kehabisan ide. Kalau ditelusuri bisa jadi karena faktor jenuh dengan kegiatan berulang-ulang, bisa juga karena ada masalah internal yang menguras pikiran dan perasaan. Nah, setelah memetakan persoalannya saya segera take action. 

Menyingkat Waktu Memasak

Menyiapkan makanan sahur adalah kewajiban ibu rumah tangga. Pahalanya pun luar biasa, Masya Allah. Untuk menyingkat waktu memasak saya membuat stok lauk untuk satu minggu sekaligus. Misalnya ayam ungkep, empal, tahu tempe ungkep, tahu tempe bacem. Saya juga membuat sambal matang untuk bahan baku membuat balado telur/ayam/ikan ; sambal goreng kentang ati ; sambal teri kacang dan lainnya. 

Untuk sayurnya saya pilih yang gampang saja misalnya tumisan atau sayur bening. Bahan-bahannya sudah saya siapkan malam harinya. Kangkung sudah disiangi, wortel kentang sudah dipotong-potong, bawang merah bawang putih sudah dikupas kulitnya. Tinggal plung plung sebentar, jadi deh. Alhamdulillah, waktu memasak jadi lebih singkat. 

Untuk hidangan takjil, saya memilih membuat satu menu masakan saja. Misalnya kolak, besoknya baru es buah. Gorengan, lontong oncom, bihun goreng cukup membeli saja kalau lagi kepingin. Penghematan bund hehehe... 

Merapikan kamar tidur

Bicara istirahat yang cukup artinya bicara soal tidur berkualitas. Susah memang mengaturnya apalagi selama berpuasa, jam tidur jadi berubah total. Tapi bagaimanapun saya harus coba tidur siang setidaknya selama 30 menit dan tidur malam di awal waktu. Saya juga harus konsisten untuk tidak menyentuh hape lagi saat merebahkan badan di kasur. 

Untuk itu menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman adalah keharusan. Yes, ketika badan luluh lantak ingin merebahkan diri namun menemukan kondisi ruang kamar yang berantakan tentu tidak nyaman. Kalau kata para psikolog, kamar berantakan menandakan hati dan pikiran yang tidak tenang. Sehingga untuk meredakannya dimulai dengan merapikan tempat tidur. 

a. Pertama, singkirkan benda apapun di kamar yang tidak diperlukan. Cara ini sekaligus untuk meng-organize barang-barang agar mudah mencarinya. 

b. Ke dua, fokuskan pada kolong tempat tidur. Seringkali di area ini banyak kotoran dan debu, bahkan siapa tahu kita bisa menemukan barang yang sempat diduga hilang ditelan bumi. Saya menemukan pasangan kaos kakinya si bontot lho hehehe




c. Ke tiga, ganti selimut, seprai, sarung bantal dan sarung kotor kotor dengan yang bersih.

Selesai? Belum bestiieee...

Untuk mendapatkan kualitas tidur terbaik agar esok paginya bisa bangun dengan lebih fit ada beberapa hal lagi yang perlu dipertimbangkan agar kamar tidur menjadi tempat yang nyaman. Ada beberapa barang yang perlu diganti sehingga perlu dibeli. 

✔ Membeli lampu yang pencahayaannya tidak menyilaukan. Gunakan dua lampu berbeda ; lampu ruang yang bisa menerangi seluruh ruang dan lampu meja atau lampu sudut yang cahayanya lebih temaram.

✔ Membeli pewangi ruangan yang wanginya membuat rilex. 

✔ Membeli seprei baru yang adem bahannya. 

Tips Memilih Seprei 

Pemilihan seprei yang adem sangat mempengaruhi kualitas tidur kita bestie. Kesannya sepele ya tapi siapa sangka motif dan warna seprei dapat mempengaruhi mood sehingga tidur pun jadi lebih nyenyak. 

Nah, untuk memilih seprei ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu : 

1. Bahan. Ibarat pakaian yang dikenakan, bahan kain seprei juga menunjang kenyamanan saat tidur. Pilih bahan yang dapat menyerap keringat, lembut, adem, dan awet meskipun seringkali dicuci. Cara mengeceknya sangat mudah, sebelum membeli raba dan remas permukaan kainnya, halus atau kasar. Terawang ke arah pencahayaan, kalau biasnya terlalu transparan menandakan bahannya tipis dan mudah sobek. 

2. Motif. Seprei adalah jati diri penggunanya. Makanya motif seprei untuk orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Inipun masih dibedakan lagi motif seprei untuk anak lelaki berbeda dengan motif seprei anak perempuan. Untuk dewasa pun motifnya juga beda-beda. Pencinta romantis dan feminisme sukanya motif bunga, sedangkan pecinta vintage suka seprei bermotif batik atau tenunan. 

3. Warna. Warna seprei ternyata mempengaruhi emosi dan suasana hati seseorang. Maka, pilihlah seprei yang tepat untuk suasana hati. Warna hijau meneduhkan, warna kuning menambah keceriaan, warna merah menambah semangat. Dan bagi yang ingin cari aman tidak ada salahnya memilih warna netral untuk sepreinya seperti abu-abu, hitam, biru navy atau coklat. Sah-sah aja koq!

4. Ukuran. Seprei yang tertata rapi terkesan nyaman dan hangat. Seolah memangggil penggunanya untuk segera merebahkan diri melepaskan penat. Maka sebelum membeli seprei pastikan terlebih dulu ukurannya. Jangan sampai kebesaran ataupun kekecilan. Seprei yang tidak sesuai ukurannya membuat posisinya tidak bisa disett sempurna sehingga kualitas tidur jadi terganggu. 

Seprei Kintakun #darikamaruntukindonesia




Untuk kebutuhan kamar tidur saya tidak mau sembarangan. Saya mempercayakan kebutuhan kamar tidur keluarga saya pada merk asli Indonesia yaitu Kintakun. Tak hanya memproduksi seprei dan bedcover, selaku produsennya PT Subur Anugerah Sentosa juga menyediakan selimut, handuk, karpet, keset, hingga keperluan bayi yang membuat konsumennya.

Yang saya suka pilihan sepreinya ada banyak motif. Mulai dari motif bunga-bunga, motif lucu untuk anak-anak, hingga seprei polos dan minimalis dengan garis-garis yang menyiratkan ketegasan. 

Nah, menjelang Idul Fitri ini saya perlu menghadiahi putri saya Nala seprei cantik Kintakun D'luxe Nirmana Edition supaya puasanya lancar dan belajarnya lebih produktif. Karena saya memahami segala hal terbaik #berawaldarikamar

KINTAKUN D'LUXE Nirmana Edition merupakan koleksi motif terbaru di awal 2022 dengan inovasi terbarunya Hi-Breath Technologi. Yes, Kintakun sangat memahami salah satu permasalahan susah tidur diantaranya karena bahan seprei yang terasa gerah dan lengket saat bersentuhan dengan kulit. 



Dengan Hi-Breath Technologi kain seprei menjadi lebih sejuk karena memudahkan sirkulasi udara keluar masuk melalui kain. Jika udara bebas bergerak maka kain tentu terasa sejuk dan nyaman meski cuaca sedang panas sekalipun. 

Tak hanya itu, di malam hari manfaat Hi-Breath Technology jadi lebih terasa karena keringat tidak akan tertahan di kain melainkan langsung menguap ke udara. 

Seprei Kintakun sangat lembut dan adem kainnya karena menggunakan bahan dasar 100% microtex dengan kerapatan benang yagn lebih tinggi dari lainnya. Seprei ini juga menerapkan teknologi print disperse guna menjaga kain tetap lembut nyaman dan warnanya awet serta tidak luntur. 

Review Seprei Kintakun D'luxe Nirmana Edition : Atarya

Motif Atarya menjadi pilihan saya kali ini. Ada dua warna ; paduan abu tua dan abu muda atau paduan merah hati dan merah bata. Saya memilih paduan merah hati dan merah bata. Dengan motif garis-garis diagonal seprei ini cocoklah dengan karakter putri saya yang tegas dan lugas. 



Koleksi Atarya menyediakan koleksi seprei dan bed cover. Dengan ukuran mulai dari 100x200, 120x200, 160x200, 180x200 dan 200x200 di dalam kemasannya ada sarung bantal dan sarung gulingnya juga. 

Bagi yang suka hal-hal modern, motif minimalis geometris dengan warna-warna netral seprei Kintakun D'luxe Nirmana Atarya patut dicoba. Dengan berbagai keunggulannya tersebut seprei Kintakun yang satu ini juga dibanderol dengan harga bersahabat. Sehingga tidak perlu menguras kantong. 

Berminat? Untuk membelinya teman-teman bisa membeli seprei Kintakun di toko offline maupun e-comerce. Dapatkan informasi terbaru dan akses beragam varian dengan mengunjungi website Kintakun www.kintakun.co.id yaa... 

Jangan lupa follow social media Kintakun : 

IG @kintakun_collections

Tiktok @kintakunbedcover

Youtube Kintakun Collection

Selamat menjalankan ibadah dan selalu tetap produktif, semoga kita menangkan ramadan sekaligus membangun kebaikan berawal dari kamar tidur. 















2.m




11 komentar

  1. kebetulan banget nih Mbak

    sedang butuh sprei untuk hadiah Lebaran

    Mbak Diah berbagi tips memilih seprei dan bedcover yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Begitu, ya. Karena tidur disebut sebagai ibadahnya orang puasa, jadi kita bisa mengisi ramadan ini dengan tidur berkualitas agar kuat berpuasa, ya

    BalasHapus
  3. Saya juga pakai Kintakun dong, itu spreinya mirip sprei ranjang anak saya, warnanya juga mirip, beda coraknya aja.
    Salah satu sprei kesukaan anak saya, karena bahannya lembut, jadi bikin lelap tidur katanya, apalagi di bulan puasa gini kan ya, anak-anak butuh tidur yang lebih baik, karena kepotong harus sahur dan ibadah malam :)

    BalasHapus
  4. Healing terbaik adalah tidur ya Mbak....pikiran dan semua tubuh diistirahatkan dari yang namanya pekerjaan. Apalagi kalau tempat untuk tidurnya nyaman, wuaaaaah enaaak pokokknya...apalagi kalau spreinya juga nyaman dipakai, mantooool

    BalasHapus
  5. Btw tips di atas bermanfaat. Seprai memang bikin rapih tempat tidur. Tidur juga jadi nyenyak apalagi sepreinya sesuai karakter yg kita sukai. Warna biru sy suka.

    BalasHapus
  6. Sama Mbak. Sebelum dan selama Ramadan saya selalu menyiapkan makanan yang ditaruh di dalam tupperware lalu disimpan di kulkas untuk persediaan. Jadi pas sahur tinggal ngangetin aja. Begitupun dengan nasi. Semalam sebelumnya sudah dimasak dan dibiarkan hangat sampai sahur. Strategi yang pas supaya gak repot saat sahur.

    Tidur juga perlu berkualitas ya Mbak. Supaya tugas-tugas IRT selama Ramadan bisa terlaksana dengan baik. Bisa dibantu dengan menggunakan sprei yang nyaman seperti KINTAKUN

    BalasHapus
  7. Tidur jadi berkualitas dengan sprei Kintakun. Dan bikin pules bisa mimpi indah hehe. Soalnya di rumah juga pakai

    BalasHapus
  8. Seprei Kintakun memang awet. Saya membeli beberapa saat menikah. Sampai sekarang pernikahan lewat sepuluh tahun, seprei masih ad dan bagus. Memang sih pakai nya ya diganti-ganti. Tapi udah puluh tahun berarti kualitas emang bagus kan ya

    BalasHapus
  9. Kintakun menginspirasi kebaikan dari rumah, kenyamanan bahan, pola warna dan desain menjadi pemicu kebaikan dari rumah

    BalasHapus
  10. alhamdulillah nyaman banget pake seprei kintakun ya mba, bulan puasa emang harus dimulai dengan keyakinan dan ilmu yg baik, mengawali hari dengan baik akan mengisi banyak kebakan sepanjang harinya

    BalasHapus
  11. Nyaman ya mbak coba deh aku jadi kepo mau juga beli sprei Kintakun

    BalasHapus