Siapkan Generasi Berkualitas Dengan Minum Dua Kotak Frisian Flag Junio Setiap Hari



Melihat aksi dance anak-anak generasi alpha dalam launching Frisian Flag Junio yang lincah dan ceria memang bikin gemes. Gimana itu ya mengajarinya? Susah ga, sih? 

Anak generasi alpha kerap disebut-sebut sebagai generasi paling pintar. Anak yang terlahir tahun 2010 - 2024 ini sejak lahir sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Gadget sudah menjadi bagian dari hidupnya. Tanpa diajari, usia bayipun sudah mampu swipe layar gadget. Generasi ini mampu mengoperasikan gadget hanya dengan mengenali tombol-tombolnya. Keren ya. Kebayang deh kudetnya saya waktu awal-awal kenal gadget heheh...

Menjadi orang tua dari generasi alpha tentu ga mudah. Orang tua harus memberi bekal sejak dini agar generasi alpha siap menghadapi tantangan di masa depannya. Selain bekal agama, sopan santun, orang tua juga harus memperhatikan pemberian asupan gizi bernutrisi.



Tak dapat disangkal, persoalan gizi masih menjadi masalah serius. Di satu sisi kita dihadapkan pada anak kurang gizi dengan berbagai penyebabnya. Di sisi lain kita dihadapkan pada anak kelebihan gizi yang berisiko obesitas. Padahal obesitas ga baik. Deretan penyakit mulai dari kolesterol hingga jantung akan mengintai kapan saja. Di usia dewasa muda, penyakit stroke, jantung, diabetes menjadi ancaman yang mengkuatirkan. Coba bayangkan, kalau generasi mudanya sakit-sakitan, lantas siapa yang bisa memimpin negara kita nantinya? huhuhu... 

Jadi jangan mentang-mentang sayang anak. semua makanan dijejalkan ke mulut anak ya teman-teman. Alih-alih sehat yang ada anak malah jadi penyakitan.



Menurut Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) dalam pemaparannya, melihat trend yang terjadi ada kemungkinan negara kita akan kehilangan generasi akibat double burden of malnutrition. Hal ini disebabkan ketidaktahuan dari orang tua mengenai bagaimana memberikan makan yang benar kepada anaknya. Jadi pengetahuannya tentang gizi kurang. Padahal, tiga tahun pertama usia anak adalah masa emasnya. Pertumbuhan otak mencapai puncaknya di usia tersebut. 

"Masa awal kehidupan menjadi periode krusial dalam perkembangan anak, dimana otak anak berkembang dengan pesat. Anak dengan berat badan <10kg, sebanyak 50-60% energi yang ada dipakai untuk perkembangan otak. Bila asupan gizi kurang, maka otak akan tergerus. Dampaknya, jika pada periode ini asupan gizi tidak terpenuhi, fungsi kognitif akan terganggu," ~ Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K)

Nah, salah satu asupan yang penting pada periode ini adalah protein hewani. Karena asam amino yang berasal dari protein hewani lebih lengkap untuk pertumbuhan tulang dan juga kecerdasan anak. Sayangnya banyak orang tua yang masih percaya pada mitos. Banyak orang tua yang kuatir anaknya terkena kolesterol kalau diberikan telur, khususnya bagian kuning. Padahal, telur itu sumber protein yang mengandung zat besi dan zink yang penting untuk pertumbuhan anak. Bagian kuningnya sangat baik untuk mempertaham penglihatan dan kesehatan otak. 

Oh iya, selain pertumbuhan fisik dan kognitif, di usia emas ini anak juga mulai menunjukkan rasa ingin tahunyanya yang luar biasa, lho. Akan tetapi banyak orang tua yang justru malah mengomel kalau melihat polah anaknya. Padahal ini adalah faktor penting dalam pendidikan. Anak yang rasa penasarannya tinggi biasanya prestasi akademiknya juga tinggi. Lihat aja Albert Einstein. Bukankah beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang besar?



Menyoroti rasa ingin tahu anak dan minatnya terhadap sesuatu, hadir sebagai pembicara Kantiana Taslim seorang psikolog klinik anak. Menurutnya, minat seorang anak dimulai dari rasa penasaran yang mendorong anak untuk bereskpolarasi. Untuk itu peran orang tua dibutuhkan untuk membantunya mengeskplor banyak hal. Berikut 4 langkah yang perlu diperhatikan: 

1. Penuhi kebutuhan nutrisi harian, khususnya yang berperan dalam pembentukan otak anak
2. Berikan stimulus melalui berbagai macam aktivitas, namun jangan memaksakan minat orang tua pada anak. Biarkan anak berproses menemukan minatnya sendiri. 
3. Mengajarkan optimisme dengan menstimulasi dan mendorong anak untuk terus mencoba
4. Memberikan apresiasi terhadap usaha anak untuk meningkatkan motivasi dan hindari penilaian atau judgement. 

Memahami tantangan orang tua yang tak mudah dalam mempersiapkan generasi alpha di masa depannya, Frisian Flag kini hadir dengan varian terbarunya yakni Frisian Flag Junio.



Keunggulannya menjadi rekomen pakar gizi karena kandungannya yang rendah gula. Produk susu sekali minum Frisian Flag Junio menghadirkan manfaat susu sapi yang mengandung asam amino essensial, serta komponen nutribrain berupa 9 vitamin, 6 mineral, omega 3 dan omega 6 yang disukai anak-anak. Ada rasa plain, rasa coklat, rasa strawberry dan rasa pisang dalam ukuran 110 ml yang cocok dikonsumsi kapan aja. Dengan mengkonsumsi 2 kotak sehari, Frisian Flag Junio siap membantu tumbuh kembang anak dan kecukupan nutrisi setiap harinya di segala aktivitasnya. 

Felicia Julian - Marketing Director Frisian Flag Indonesia mengatakan, selain rasa strawberry dan coklat, rasa plain milk kami hadirkan sebagai pilihan tepat untuk mengajarkan anak minum susu secara mandiri. Sedangkan rasa pisang kami hadirkan mengingat rasa ini adalah rasa yang pertama kali anak-anak kenal sejak masa MPASI-nya.



Hal senada disampaikan Andrew F Saguro - Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia. "Kehadiran Frisian Flag Junio merupakan wujud komitmen Frisian Flag Indonesia yang mengusung visi "Nourishing by Nature" melalui ketersediaan gizi berkualitas bagi keluarga Indonesia. Kami percaya dengan terus memberikan asupan nutrisi berkualitas, membuka kesempatan bagi anak untuk tumbuh dengan minat yang berbeda, serta menanamkan nilai penting dan mendasar pada anak sejak dini. Dengan begitu, generasi ini akan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, kompetitif dan siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang akan mereka hadapi di masa mendatang."



Kesimpulannya. Menjadi orang tua itu tidaklah mudah. Anak bukan hanya diberi makan aja tapi juga didukung ragam minatnya dan kecukupan gizinya. Jangan lupa berikan 2 kotak Frisian Flag Junio yang dapat diminum anak kapan saja untuk mencukupi kebutuhan 6% protein hewani yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya. Perlu dingat, asupan protein pun perlu didukung asupan gizi lainnya. Selain protein, anak juga membutuhkan energi, karbohidrat, lemak dan nutrisi mikro lainnya seperti vitamin dan mineral.

Tidak ada komentar