Merajut, Terapi Kreatif di Tengah Kesibukan



Kamis, 6 Juni 2024, pas tanggal cantik-cantiknya, saya dan beberapa teman blogger menghadiri sebuah acara gathering yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa. Acara ini berfokus menjalin silaturahmi terhadap tamu undangan influencer,blogger, media dan komunitas. 

Acaranya santai. Ada talkshow ringan mengenai keunggulan berkurban di Dompet Dhuafa, ada pula sesi memasak bikin sate maranggi yang lezat dipandu chef kesayangan Bunda Fatmah Bahalwan, dan ada sesi merajut bikin Cow Key Chain. 

Yeayy merajutttt... Seketika memori jaman SMP menggeliat. Ke masa-masa mengerjakan tugas prakarya membuat taplak meja dari rajutan. Tapi lucunya, waktu itu gak ada yang jadi. Ah melempem sekali naluri berjuangnya hehhee... 

Merajut adalah sebuah aktivitas yang mungkin sudah lama kita dengar tetapi jarang kita tekuni, terutama di usia yang semakin matang. Siapa sangka, merajut ternyata bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, terutama bagi kita yang sudah memasuki usia 50an.

Menemukan Ketenangan di Setiap Putaran Benang

Saat memasuki ruang outdoor acara, saya langsung merasa disambut oleh suasana yang hangat dan nyaman ala garden party. Ada tiga deretan meja panjang yang diberi taplak putih dan kursi-kursi yang dihiasi kain tile putih terlihat glamour.

Sesaat bokong saya menyentuh kursi, saya mengintip tas goodiebag yang terletak di atas meja. Ternyata isinya gumpalan benang wol putih, hakpen dan printilan untuk merajut. Waah, exciting syekali...



Acaranya benar-benar santai, diselingi candaan MC, saya dan seluruh tamu undangan mulai merajut. Instruktur, kak Maria dengan telaten memandu kami dengan sabar, memperkenalkan teknik-teknik dasar merajut. Awalnya, jari-jari saya terasa kaku dan canggung, karena lama tidak megang hakpen. Tetapi dengan setiap putaran benang, saya mulai menemukan ritme dan ketenangan. Tahu-tahu saya sudah membuat lingkaran sebanyak 4 baris. 

Silih berganti teman-teman bertanya kepada saya, minta diajari caranya. Duh gimana ya, merajut itu memang asik, tapi butuh jam terbang. Kalau cuma belajar di sini saat gathering gak akan mungkin bisa membuat gantungan kunci cow. Yuk semangat ya teman-teman. 

Merajut memang menawarkan sebuah pelarian dari rutinitas sehari-hari yang sering kali penuh dengan kesibukan dan stres. Setiap tusukan jarum dan putaran benang memberi sensasi meditasi yang menenangkan. Aktivitas ini membantu kita fokus dan mengalihkan pikiran dari segala kekhawatiran.

Manfaat Merajut Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

1. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas merajut dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Proses merajut yang repetitif dan ritmis mirip dengan meditasi, membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan mood.

2. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat: Merajut melibatkan perhitungan pola dan perhatian terhadap detail, yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan melatih otak kita untuk tetap aktif. Dengan kata lain, merajut dapat mencegah pikun. 

3. Melatih Keterampilan Motorik Halus: Di usia 50an, penting bagi kita untuk menjaga keterampilan motorik halus. Merajut adalah cara yang efektif untuk melatih koordinasi tangan dan mata, serta menjaga kelincahan jari-jari kita.

Kebersamaan yang Menghangatkan

Selain manfaat pribadi, merajut juga membawa kebahagiaan melalui kebersamaan. Di acara gathering ini, saya merasakan kehangatan dan kebersamaan yang luar biasa. Kami berbagi cerita, tawa, dan kesal karena gagal terus membuat lingkaran spiral ala obat nyamuk untuk membentuk "kepala sapi".  

Tidak hanya itu, di acara gathering ini juga diselingi talkshow memberikan kesempatan untuk lebih mengenal Dompet Dhuafa dan berbagai program pemberdayaan yang mereka lakukan. 

Tentang Dompet Dhuafa



Sebagai lembaga filantropi yang sudah berdiri sejak tahun 1994, waah sudah 30 tahun ternyata, Dompet Dhuafa berkomitmen menggerakan pemberdayaan umat dan kemanusiaan. Pemberdayaannya bergulir pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf serta dana sosial lain yang dikelola secara modern dan amanah. 

Menjelang hari raya kurban, Idul Adha yang akan berlangsung tinggal beberapa hari lagi Dompet Dhuafa menawarkan ajakan berkurban melalui program Tapera (Tabungan Perjalanan Akhirat) 3P. 

- pasti jantan artinya, setiap hewan kurban yang disalurkan oleh Dompet Dhuafa sudah pasti jantan dan telah memenuhi syariat Islam serta dalam kondisi sehat.

- Pasti terdistribusi hingga ke pelosok daerah berarti daging kurban tidak hanya menumpuk di perkotaan, tetapi juga sampai ke daerah-daerah yang membutuhkan, termasuk pelosok desa, bahkan hingga ke dunia 

- Pasti quality control. menandakan bahwa setiap tahap, dari pemilihan hewan hingga pendistribusian, diawasi dengan ketat untuk memastikan kualitas terbaik 

Berikut alasan berkurban melalui Dompet Dhuafa : 

Distribusi ke wilayah membutuhkan (wilayah miskin, tertinggal, daerah pedalaman, wilayah yang masyarakatnya jarang/belum pernah makan daging hewan kurban, serta wilayah bencana/rentan konflik).

Laporan kurban transparan. Pe kurban akan mendapat laporan kurban secara lengkap dan akan diberikan update ketika pemotongan. 

Berdayakan peternak lokal hewan kurban binaan Dompet Dhuafa untuk mandiri dan membentang kebaikan. 

Hewan kurban berkualitas sudah layak untuk dikurbankan menurut syariat islam dan melalui proses Quality Control yang amanah. 

Mumpung masih ada waktu yuk wujudkan niat berkurban tahun ini. Tidak perlu kuatir lagi karena Dompet Dhuafa yang akan mengurus segala sesuatunya. 


7 komentar

  1. anak saya nih lagi seneng banget amigurumi begini, bikin crochet ganci dll, simple tapi bermanfaat, seenggaknya dia ga banyak mainan hape jadinya

    BalasHapus
  2. Wah..saya belajar merajut nggak bisa2 euy.. mungkin karena tipisnya kesabaran saya..haha.. Di keluarga kami yg pinter merajut almh ibu dan skg diteruskan hobinya oleh kakak perempuan ku.. Duh jd kangen melihat mereka merajut...

    BalasHapus
  3. aku sempet suka banget kegiatan merajut kaya gini niih, nagih banget emang, apalagi kalo kita lagi nunggu gitu yaaa hihihi, jadi pengen ngerajut lagi deh hihihi, menyenangkaan

    BalasHapus
  4. Acaranya seru ya, Mbak. Aku terakhir merajut tuh pas masih SD kelas 6 tahun 2008. Dan sekarang udah lupa sama sekali bagaimana merajut. Merajut memang asik ya, Mbak.

    BalasHapus
  5. Wah keren busana nih merajutnya. Ajarin saya dong...
    Saya punya alat rajut lengkap. Eh tinggal beli benangnya aja kali ya... Dasar malas, bukannya belajar, malah dibiarkan gitu aja. Nyesel deh sekarang masih belum bisa...

    BalasHapus
  6. mauuu dong mba diajarin merajut..aku suka art and crafts seperti ini. Gatheringnya oke banget nih mba.. Semoga kurban kita semua diterima Allah SWT

    BalasHapus
  7. Saya duluuu banget sempat belajar merajut, sekarang sudah lupa kayaknya.
    Melihat bloger dengan kegiatan merajut gini, jadi ingin belajar merajut juga.
    Makasih info tentang Dompet dhuafa, tempat berkurban yang mudah, mba.

    BalasHapus