Pengalaman Menjalani Operasi Histerektomi


Pada tahun 2022, hidup saya berubah secara drastis. Semua berawal dari rasa sakit luar biasa setiap kali menstruasi. Rasanya seperti ada sesuatu yang salah, tetapi saya selalu mengabaikannya, berpikir bahwa ini hanya bagian normal dari menjadi seorang wanita. Jangan manja, ah, pikir saya. Bahkan, ketika rasa sakit itu semakin parah dan jumlah darah yang keluar semakin banyak, saya masih belum mencari tahu apa penyebabnya. 


Gejala yang Tak Terelakkan

Setiap bulan, mungkin selama hampir 5 tahun saya harus berjuang melalui kram yang luar biasa menyakitkan. Setiap kali menstruasi datang, saya merasa seperti ada pisau yang menusuk perut saya disertai gelombang seperti menarik-narik yang luar biasa rasanya. Dan jumlah darahnya pun luar biasa banyak. Banyak yang tidak percaya mendengar cerita saya kalau saat lagi deras-derasnya satu pak pembalut wings untuk malam hari pasti habis sehari..

Akhirnya setelah mulai menemukan ada benjolan di perut bagian bawah seukuran telur, pada titik ini, saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.


Diagnosis yang Mengejutkan

Saya kemudian menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan, mulai dari USG, operasi mengangkat IUD yang sudah menempel dan operasi biopsi. 


Biopsi adalah oerasi yang dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dengan dugaan kanker disebut biopsi. Biopsi adalah prosedur medis di mana sepotong kecil jaringan atau sel diambil dari tubuh untuk dianalisis di laboratorium. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah jaringan tersebut mengandung sel-sel kanker atau penyakit lainnya.

Ada dua kemungkinan. Kalau negatif akan diinformasikan lagi bentuk treatment yang tepat apa. Kalau positif, saya akan dirujuk ke RS Dharmais, Jakarta. 

Jdeeeerrrrr... Saya gemetar ketakutan menunggu hasil itu tiba. 

Seminggu kemudian, setelah keluar hasilnya, dokter mengonfirmasi bahwa saya memiliki miom, yaitu tumor jinak di rahim dengan diameter berbeda-beda. Paling besar diameternya 12cm. 

Ukuran dan lokasi miom inilah yang menyebabkan rasa sakit dan pendarahan hebat yang saya alami setiap bulan. 

Atas pertimbangan usia sudah lewat 40 tahun, sudah tidak di masa reproduksi dokter kemudian merekomendasikan operasi histerektomi, yaitu pengangkatan rahim, sebagai solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. 

Kemudian dr. Miko menggambarkan bentuk rahim di kertas dan membuat garis potongan di kedua sisi. Ternyata yang dibuang adalah rahimnya dan menyisakan kedua saluran indung telur. 


Proses Operasi Histerektomi

Meskipun merasa takut dan cemas, saya tahu bahwa ini adalah jalan yang harus saya tempuh demi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik. Operasi pun dijadwalkan dan selama seminggu saya menjalani serangkaian persiapan pra-operasi. Saya juga menjalani sesi konsultasi dengan dokter anestesi untuk mempersiapkan kondisi mental saya sebelum operasi.

Hari operasi tiba, dan saya masuk ruang operasi dengan perasaan campur aduk antara takut dan harap.

Alhamdulillah operasi selama sekitar 3 jam berjalan lancar, saya bangun di ruang pemulihan dalam keadaan menggigil hebat. Oleh nurse seluruh tubuh saya diselimuti oleh sleimut penghangat listrik tapi rasanya tidak terlalu membantu. Namun saya diberitahukan supaya tidak usah terlalu cemas, karena pelan-pelan suhu badan akan menyesuaikan. Kondisi menggigil adalah hak normal ketika tubuh kehilangan darah sangat banyak saat operasi. 

Alhamdulillah para dokter dan perawat sangat membantu dan memastikan saya mendapatkan perawatan terbaik. 

Dan setelah operasi, meskipun ada rasa tidak nyaman dan mual hebat akibat anestesi yang membuat jahitan semakin ketarik-tarik, saya mencoba untuk menikmati dan mencoba berpikir optimis tentang masa depan. 


Masa Pemulihan

Pemulihan setelah histerektomi memerlukan waktu dan kesabaran. Saya harus beristirahat total selama beberapa minggu, menghindari aktivitas berat, dan mengikuti semua petunjuk medis dengan saksama. Keluarga dan teman-teman sangat mendukung, membantu saya melalui proses pemulihan dengan cinta dan perhatian.

Seiring waktu, tubuh saya mulai pulih dan saya merasakan perbedaan besar dalam kualitas hidup saya. Tidak ada lagi rasa sakit luar biasa saat menstruasi dan tidak ada lagi pendarahan yang mengganggu. Kehidupan saya perlahan kembali normal, dan saya merasa lebih sehat dan lebih kuat.


Refleksi dan Pembelajaran

Melalui pengalaman ini, saya belajar banyak tentang pentingnya mendengarkan tubuh sendiri. Jangan pernah mengabaikan gejala yang tampaknya kecil atau biasa. Mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Saya juga belajar tentang pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. Tanpa dukungan dari keluarga dan teman-teman, pemulihan saya mungkin akan lebih sulit. Mereka memberi saya kekuatan dan semangat untuk terus berjuang dan sembuh.

Pengalaman menjalani operasi histerektomi mengajarkan saya tentang kekuatan dan ketangguhan diri sendiri. Meskipun awalnya menakutkan, tetapi dengan tekad dan dukungan yang tepat, saya mampu melewati masa sulit ini dan keluar sebagai pribadi yang lebih kuat dan sehat.

Nah jika teman-teman atau orang yang teman-teman kenal mengalami gejala serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Kesehatan adalah hal yang paling berharga, dan mengambil langkah awal untuk perawatan bisa membuat perbedaan besar dalam hidup kita. 

7 komentar

  1. Wah informasi yang bermanfaat nih, emang bener sih yang ngerasain sakit ya tubuh kita sendiri jadi harus didengarkan ya

    BalasHapus
  2. Kudu peka ya mbak dengan tubuh sendiri. Biar kalo ada gejala apa-apa langsung cepet ke fasilitas kesehatan agar dapat penanganan lebih lanjut

    BalasHapus
  3. Luar biasa mbak. Keberanian untuk mengambil tindakan operasi pengangkatan rahim, tentunya dengan dukungan penuh keluarga dan para sahabat, memperkuat mental untuk menjalaninya ya.

    Iya ya, kita para perempuan ini emang suka mengabaikan sinyal tubuh, selama masih kuat nahan sakit selalu bilang nggak apa-apa

    BalasHapus
  4. saya juga sudah histerektomi ketika anak bungsu lahir
    Bahkan dilakukan sehari sesudah kelahiran
    Pertimbangannya karena anak udah 4 dan beberapa kali gagal KB
    Berat sekali merawat 4 anak sendirian, walau punya ART, saya diwajibkan ayahnya anak-anak untuk merawat sendiri, ART hanya cuci-cuci, nyapu ngepel
    Parahnya, bapaknya anak-anak gak pernah bantu, bahkan ngebantu ngeganti popok juga gak mau
    Lha malah curhat :D

    BalasHapus
  5. Pasti berat banget selama ini ya mbak. Semoga selanjutnya bisa lebih baik lagi, khususnya kondisi tubuh paska operasi.

    BalasHapus
  6. Miom sampai 12cm Mbak Woro? Astaghfirullah. Pasti menyakitkan banget itu ya Mbak. Dan biasanya perut juga terlihat lebih besar dari biasanya. Adik ipar saya pernah ngalaminnya Mbak. Miomnya itu beratnya sampai 3kg. Jadi waktu operasi selesai, sudah kayak orang operasi caesar aja. Ngeri saya liatnya Mbak. Daging bulat-bulat seperti bakso. Banyak sekali loh. Lah sampai 3kg kan?

    Semoga setelah ini tetap sehat ya Mbak Woro. Jaga kesehatan dan jaga asupan.

    BalasHapus
  7. Mendengarkan suara dari tubuh sendiri. Duh, kadang hal ini malah yang sering diabaikan. Alhamdulillah segala proses berjalan lancar ya, Mba.

    BalasHapus