![]() |
| Tanduk Rusa |
Setelah drama pindahan ke Ciampea yang cukup menyita waktu dan tenaga, akhirnya kemarin saya sempat mengadakan acara tasyakuran kecil-kecilan. Rasanya lega dan syukur sekali bisa mulai berbagi kebahagiaan di rumah baru ini.
Karena ingin suasananya lebih intim, saya memang nggak mengundang banyak orang. Selain tetangga baru di lingkungan sini, keluarga, dan tetangga dari kontrakan lama, saya cuma mengontak sahabat-sahabat yang secara bonding terasa dekat atau jarak rumahnya nggak terlalu jauh. Ada Mbak Hida, yang rasanya selalu ada di setiap momen penting keluarga saya. Meskipun dari Bekasi singgah di Manggarai dulu baru ke Bogor, lanjut angkot, niatnya tetap ga surut. Salutt 😍 Lalu ada juga Kang Bugi, sahabat dari Kompasiana yang rumahnya sebenarnya nggak lebih dari 10 km dari sini.
Acara pengajiannya sendiri dimulai sehabis Ashar dan selesai lepas jam 5 sore. Sebentar saja, sih. Begitu selesai, tamu-tamu satu per satu izin pamit pulang karena langit sudah mendung gelap sekali. Kebetulan beberapa hari ini di Ciampea memang setiap sore hujan terus, dan kalau sudah turun, derasnya nggak kira-kira.
Mbak Hida sempat menguatkan saya, dia bilang, "Kang Bugi beneran mau datang, koq." Tapi jujur, saya ragu. Mengingat hari sudah sore menjelang malam, mendung gelap pula, apa iya beliau masih mau singgah? Apalagi beliau habis ada acara di Jakarta, pasti capek banget di jalan.
Ndilalah, beneran hujan turun deras sekali. Pas lagi asyik ngobrol sama Mbak Hida di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara motor. Ternyata beneran Kang Bugi datang! Masih lengkap pakai jas hujan yang basah kuyup. Terharu banget melihat perjuangannya menembus hujan demi mampir ke sini.
Sambil bergurau, kang Bugi bilang gini, "Selamat ya untuk rumah barunya, tadinya mau bilang semoga betah, eh salah kan ya, yang bener semoga rumahnya bawa keberkahan, aamiin."
Tanduk Rusa dan Manisnya Persahabatan
Ternyata Kang Bugi nggak datang tangan kosong. Beliau bawa buah tangan yang unik banget: Tanaman Tanduk Rusa.
Bukan sembarang tanaman, lho. Ini adalah hasil karya tangan Kang Bugi sendiri. Makanya, Tanduk Rusa ini terasa punya "nyawa" dan karakter yang beda karena dirawat langsung oleh beliau. Bentuknya yang eksotis dan menjuntai alami itu bener-bener artistik kalau dilihat.
Pas banget momentumnya! Belakangan ini saya memang lagi semangat-semangatnya menghijaukan area luar rumah. Maklumlah rumah baru hahaa. Saya lagi hobi memperbanyak tanaman segar biar suasana outdoor makin manis. Begitu melihat Tanduk Rusa ini, saya langsung tahu di mana tempat terbaiknya.
Sekarang, si Tanduk Rusa ini sudah nangkring cantik. Saya meletakkannya dengan cara menggantung di teras, tepat di pembatas antara area outdoor dan indoor. Ini posisi favorit saya. Dari dalam rumah, saya masih bisa melihat hijaunya yang menjuntai, sementara dari arah luar, dia memberikan kesan sambutan yang asri bagi siapa pun yang datang.
Karena posisinya menggantung, bentuk daunnya yang unik itu jadi makin kelihatan jelas. Nggak butuh banyak dekorasi yang ramai atau mencolok, cukup satu tanaman ini saja sudah berhasil bikin suasana teras jadi terasa lebih hidup. Benar-benar pas dengan selera saya yang suka sesuatu yang simpel, alami, tapi punya karakter kuat.
Terima kasih banyak ya, Kang Bugi. Tanduk rusa ini bukan cuma jadi pemanis mata di teras rumah baru saya, tapi juga jadi pengingat momen yang bikin hati saya hangat. Ga nyangka banget sudah bela belain waktu masih nyempetin mempersiapkan buah tangan unik ini.
Sekarang, setiap kali saya duduk santai di pembatas teras ini sambil ngopi atau ngetik kerjaan, si Tanduk Rusa akan selalu jadi pengingat bahwa persahabatan adalah "tanaman" yang paling indah untuk dijaga. 😘🥰
Tanduk Rusa dan Manisnya Persahabatan
Ternyata Kang Bugi nggak datang tangan kosong. Beliau bawa buah tangan yang unik banget: Tanaman Tanduk Rusa.
Bukan sembarang tanaman, lho. Ini adalah hasil karya tangan Kang Bugi sendiri. Makanya, Tanduk Rusa ini terasa punya "nyawa" dan karakter yang beda karena dirawat langsung oleh beliau. Bentuknya yang eksotis dan menjuntai alami itu bener-bener artistik kalau dilihat.
Pas banget momentumnya! Belakangan ini saya memang lagi semangat-semangatnya menghijaukan area luar rumah. Maklumlah rumah baru hahaa. Saya lagi hobi memperbanyak tanaman segar biar suasana outdoor makin manis. Begitu melihat Tanduk Rusa ini, saya langsung tahu di mana tempat terbaiknya.
Sekarang, si Tanduk Rusa ini sudah nangkring cantik. Saya meletakkannya dengan cara menggantung di teras, tepat di pembatas antara area outdoor dan indoor. Ini posisi favorit saya. Dari dalam rumah, saya masih bisa melihat hijaunya yang menjuntai, sementara dari arah luar, dia memberikan kesan sambutan yang asri bagi siapa pun yang datang.
Karena posisinya menggantung, bentuk daunnya yang unik itu jadi makin kelihatan jelas. Nggak butuh banyak dekorasi yang ramai atau mencolok, cukup satu tanaman ini saja sudah berhasil bikin suasana teras jadi terasa lebih hidup. Benar-benar pas dengan selera saya yang suka sesuatu yang simpel, alami, tapi punya karakter kuat.
Terima kasih banyak ya, Kang Bugi. Tanduk rusa ini bukan cuma jadi pemanis mata di teras rumah baru saya, tapi juga jadi pengingat momen yang bikin hati saya hangat. Ga nyangka banget sudah bela belain waktu masih nyempetin mempersiapkan buah tangan unik ini.
Sekarang, setiap kali saya duduk santai di pembatas teras ini sambil ngopi atau ngetik kerjaan, si Tanduk Rusa akan selalu jadi pengingat bahwa persahabatan adalah "tanaman" yang paling indah untuk dijaga. 😘🥰
Anyway terimakasih atas kehadiran teman-teman di acara tasyakuran kemarin. Maaf kalau jamuannya seadanya ya, semoga ga kapok singgah di rumah apa adanya ini.





Tidak ada komentar