![]() |
| Suasana peluncuran "The Kurban Series" 1447H oleh Dompet Dhuafa di Cibis Park, Cilandak, di tengah Ahmad Juwaini dan Indro Warkop |
Halo teman-teman, apa kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan semangat ya. Nggak terasa, kalender di dinding sudah menunjukkan kalau Iduladha 1447 H tinggal menghitung hari. Rasanya baru kemarin kita sibuk silaturahmi lebaran Idulfitri, eh sekarang sudah harus mulai lirik-lirik tabungan buat beli hewan kurban lagi.
Ngomongin soal kurban, setiap kali momen ini datang, saya selalu teringat sebuah kejadian beberapa tahun lalu yang membekas di hati. Waktu itu di masjid dekat rumah saya, pengurus mengumumkan jumlah hewan yang masuk: ada 4 ekor sapi dan sekitar 100-an ekor kambing serta domba! Kebayang kan betapa sibuknya panitia waktu itu?
Singkat cerita, karena saya ikut berkurban satu ekor kambing, saya berhak menerima satu paha utuh. Namanya rezeki, ya saya terima dengan senang hati. Tapi lucunya, sore harinya saya masih dikirimi lagi dua bungkus plastik besar berisi daging sapi oleh panitia karena stok di masjid benar-benar melimpah ruah. Katanya, semua warga bahkan kampung-kampung sekitar sudah kebagian dan dagingnya masih sisa banyak.
Senang sih, kulkas jadi penuh dan bisa masak rendang atau semur tanpa perlu keluar modal ke pasar. Tapi di balik rasa senang itu, ada sedikit rasa "nyess" atau prihatin yang terselip. Di satu sisi, daging kurban menumpuk di kota-kota besar sampai-sampai orang yang sudah mampu pun dapat jatah berkali-kali. Sementara di sisi lain, saya yakin masih banyak saudara kita di pelosok sana yang mungkin setahun sekali pun belum tentu bisa mencicipi lezatnya daging sapi. Dari situ saya mikir, "Duh, pemerataan kurban ini ternyata krusial banget ya?"
Nah, kegelisahan saya ini terjawab tuntas waktu saya mampir ke acara Launching "The Kurban Series" 1447 H yang digelar Dompet Dhuafa di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (2 Mei 2026) kemarin. Meskipun sempat diguyur hujan tapi suasananya tetap seru banget, jauh dari kesan acara formal yang kaku! Duo MC nya pinter banget ngelawak hahaha...
Konvoi Kendaraan dan Semangat Kebersamaan
![]() |
| Yuk siapkan kendaraan terbaikmu. Kemeriahan konvoi komunitas motor gede, sepeda onthel, dan Vespa saat mengawali acara launching The Kurban Series 1447H di Cibis Park |
Acara dibuka dengan pemandangan yang nggak biasa. Sebelum masuk ke inti acara, ada konvoi kendaraan yang meriah banget. Bayangkan, ada komunitas motor gede (moge), deretan sepeda onthel yang klasik, sampai gerombolan Vespa yang ikonik. Mereka keliling bareng-bareng buat menyebarkan satu pesan sederhana tapi mendalam: "Siapkan kurban terbaikmu!".
Di lokasi acara sendiri, fasilitasnya lengkap banget buat pengunjung. Ada layanan cek kesehatan gratis—mulai dari cek gula darah sampai asam urat. Mungkin ini kode ya, supaya kita cek kesehatan dulu sebelum nanti "pesta" daging kurban, hehe. Selain itu, ada mobil Darling (Dapur Keliling) Dompet Dhuafa yang menyediakan jus buah segar, kopi, sampai buah-buahan secara gratis. Benar-benar bikin betah menghaniskan weekend di sana!
Misi 33 Tahun Menebar Manfaat hingga ke Pelosok
Di panggung, Pak Ahmad Juwaini Ketua Pengurus YDRR bercerita banyak soal perjalanan Dompet Dhuafa. Ternyata, tahun ini adalah tahun ke-33 mereka mengelola kurban. Beliau menekankan bahwa sejak dulu, cita-cita Dompet Dhuafa adalah mengupayakan agar kurban tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta atau kota-kota besar saja.
"Kami ingin yang menikmati bukan hanya orang kaya atau itu-itu saja, tapi sampai ke mereka yang lebih memerlukan protein atau 'kekurangan' di pelosok negeri," ujar beliau. Makanya, tahun ini mereka mengusung sistem "5 Pasti": sesuai syariat, hewan jantan, lolos quality control, distribusi sampai pelosok, dan laporan yang cepat.
Kejutan Tahun Ini: Kurban Unta dan Kurban Ekspress
Ada yang bikin saya angkat alis karena kagum. Tahun ini, Dompet Dhuafa mulai memperkenalkan fitur Kurban Ekspress (jual langsung) . Program ini cocok banget buat kamu yang pengen melihat langsung proses penyembelihan melalui pengantaran langsung. Jadi kita tetap bisa merasa "dekat" dengan ibadah kita.
Lalu, ada satu lagi yang unik: Kurban Unta! Biasanya kan unta identik dengan kurban di Timur Tengah. Nah, tahun ini Dompet Dhuafa mulai menjajaki, apakah mungkin kurban unta ini diselenggarakan langsung di Indonesia? Sambil menunggu riset itu, mereka sudah memfasilitasi kurban unta untuk disalurkan ke luar negeri seperti Afrika dan Timur Tengah. Selain itu, tahun ini distribusi juga difokuskan ke wilayah yang terkena bencana banjir dan longsor di Sumatera pada akhir tahun lalu, khususnya Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Filosofi Kendaraan "Proper" dari Mas Indro Warkop
![]() |
| Pakde Indro membagikan pengalamannya memilih lembaga yang transparan agar kurban menjadi "kendaraan" yang proper menuju akhirat. Paling kiri Ali Bastoni Ketua Kurban 1447H Dompet Dhuafa |
Hadir juga legenda kita, Mas Indro Warkop. Beliau memberikan analogi yang menarik banget soal kurban. Menurutnya, kurban itu ibarat kendaraan. "Kendaraan adalah sarana yang mengantarkan kita ke tujuan. Jadi, kendaraannya harus proper," kata beliau.
Beliau sempat berbagi pengalaman pribadinya. Kadang kita suka merasa insecure, benar nggak sih kurban kita sampai ke tangan yang berhak? Mas Indro cerita kalau dulu sapi kurban dari keluarganya pernah dilaporkan sampai ke Myanmar! Laporan yang transparan dan jangkauan yang luas seperti inilah yang membuat beliau merasa tenang dan mantap berkurban melalui lembaga profesional di Dompet Dhuafa.
Mengejar Timbangan Amal dengan yang Terbaik
![]() |
| Menyimak paparan program kurban jadi lebih seru bareng teman-teman blogger. |
Tema The Kurban Series sendiri mengingatkan kita pada surat Al-Hajj ayat 73. Memang benar, yang sampai kepada Allah adalah ketaqwaan kita, bukan darah atau dagingnya. Tapi, ketaqwaan itu tercermin dari usaha kita memberikan yang terbaik. Kalau kita sanggup beli gadget terbaru atau modifikasi kendaraan, tentu kurban kita juga harus yang paling istimewa—yang besar dan gemuk. Semoga dengan kurban terbaik, timbangan amal kita di akhirat nanti juga makin berat.
Jangan Lewatkan Promonya!
Buat teman-teman yang belum sempat beli hewan kurban, ada kabar gembira. Sampai tanggal 5 Mei besok, ada promo khusus untuk Domba/Kambing standar. Harganya turun dari Rp1.999.000 menjadi cuma Rp1.799.000! Lumayan banget kan hematnya?
Proses penyembelihan akan dilakukan pada 10-13 Dzulhijjah 1447 H. Tenang saja, setiap pekurban akan mendapatkan laporan lengkap mulai dari lokasi potong sampai foto penyembelihan lewat WhatsApp atau email.
Yuk, jangan sampai ketinggalan! Mari kita pastikan kurban kita tahun ini tidak hanya menjadi stok daging di kulkas tetangga, tapi menjadi berkah yang menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan di ujung sana.








Senang banget kalau di Indonesia ternyata kita nanti bisa kurban unta ya. Jujur saya belum pernah nyicip daging unta. Kapan ya... Apakah nunggu bisa umrah atau ibadah haji dulu ke timur tengah sana sehingga bisa berkesempatan makan daging unta?
BalasHapusKurban di dompet dhuafa senangnya transparan, sampai kepada yg berhak dan walaupun di pelosok tetap tersampaikan ya
Betul banget! Itu dia terobosan unik dari Dompet Dhuafa tahun ini, mencoba bawa opsi kurban unta lebih dekat dengan kita. Jadi makin praktis dan tetap tepat sasaran karena distribusinya sampai ke mancanegara dan pelosok negeri. Semoga niat baik kita semua dimudahkan ya
HapusMasyaAllah. Bahkan pendistribusiannya pun bisa mancanegara. Dompet Dhuafa sejauh ini tidak sekadar memudahkan bagi siapapun yang ingin berkurban. Tapi, juga selalu menjaga amanah.
BalasHapusIya bener banget! MasyaAllah emang ya, kalau denger kata "amanah" itu rasanya langsung tenang. Apalagi jangkauannya nggak main-main, sampai ke tujuh negara kayak Palestina, Suriah, bahkan Somalia.
HapusSetuju banget soal pemerataan pembagian hewan qurban. Saya juga merasakan hal yang sama, ketika kita dapat lebih dari sekresek daging, tapi di sisi lain saudara kita malah ada yang nggak kebagian itu asli miris banget.
BalasHapusButuh banget adanya pemerataan yang lebih dari sekadar batasan se wilayah masjid atau mushola. Tapi bisa ke pelosok-pelosok yang belum terlalu banyak yang qurban di sana.
Iya, miris ya kalau nggak merata gitu. Makanya sistem distribusi ke pelosok ini penting banget biar manfaatnya nggak cuma muter-muter di sekitar kita aja. Alhamdulillah tahun ini mereka sasar ratusan kabupaten dan pelosok desa, jadi InsyaAllah nggak ada lagi saudara kita yang merasa 'dilewati' pas momen Idul Adha nanti.
HapusIni masih jadi PR bagi kita. Seperti di Jakarta setiap masjid dapat banyak titipan hewan kurban, sementara di penjuru bumi lainnya, tidak ada sama sekali. Karenanya Kurban di Dompet Dhuafa adalah pilihan tepat karena menawarkan kemudahan, transparansi, dan dampak sosial yang luas. Apalagi prosesnya praktis dan laporan penyalurannya lengkap.
BalasHapusPR banget emang. Alhamdulillah sekarang makin praktis karena ada pilihan yang memudahkan dan transparan kayak di Dompet Dhuafa ini. Jadi kita yang di kota tetep bisa berbagi sampai ke pelosok tanpa ribet, dan laporannya pun bikin hati tenang karena amanah terjaga.☺
Hapuswah kurban kambingnya kok murah banget ya/
BalasHapusDi sini 3 jutaan lho
mungkin karena Dompet Dhuafa memberdayakan peternak untuk memelihara kambing ya?
Jadi penasaran dengan kurban unta, berapa rupiah yang harus dibayar ya?
Betul, ambu, salah satu rahasianya karena Dompet Dhuafa punya program pemberdayaan peternak lokal lewat DD Farm, jadi rantai distribusinya lebih pendek dan harganya bisa ditekan tapi kualitas tetep premium. Kalau soal unta, kemarin infonya memang masih tahap penjajakan nih, jadi harganya bakal di-update segera
HapusCara pandang yang sederhana tapi dalam banget dari Mas Indro.
BalasHapusDompet Dhuafa menargetkan 2 juta penerima manfaat di 7 negara termasuk wilayah konflik seperti Palestina dan Suriah, terasa sekali bahwa ibadah kurban ini bisa menjadi jembatan kemanusiaan yang melampaui batas geografis. Semoga tulisan ini menginspirasi banyak pembaca untuk kurban dengan cara yang lebih bermakna dan tepat sasaran tahun ini ya
Istilah 'jembatan kemanusiaan' itu pas banget buat menggambarkan program ini. Mas Indro kemarin emang menekankan kalau kurban itu bukan sekadar ritual, tapi 'kendaraan' kita buat bantu saudara-saudara yang bahkan di wilayah konflik sekalipun. Masya Allah 😊
HapusSelalu salut dengan pergerakan Dompet Dhuafa. Ada aja gebrakannya yang menginspirasi publik. Ramuan acaranya juga apik dan inspiratif. Luar biasa. Apalagi di tahun ini ada kurban unta dan jangkauan sedekah yang luas betul. MasyaAllah. Semoga banyak peminat agar target 2 juta penerima manfaatnya terwujudkan. InsyaAllah.
BalasHapusAamiin ya Allah semoga makin banyak yang bisa merasakan nikmatnya makan daging kurban, ga cuma di pelosok Indonesia tapi juga ke negara-negara konflik dan rawan bencana🤗
Hapus