![]() |
| Di sebuah event blogger |
Halo teman-teman gimana kabarnya? Semoga lagi pada santai ya, sambil ditemani secangkir kopi atau teh hangat. Mumpung pas ada ide rasanya menarik juga curhat di blog soal topik sensitif ini hahaha...
Yup kali ini saya mau ngobrol santai aja nih, berbagi cerita soal dunia kerjaan yang belakangan ini lagi saya geluti. Iseng-iseng mikir, zaman sekarang itu seru ya. Pekerjaan digital yang bisa dilakukan dari rumah alias remote working tuh banyak banget macamnya. Mulai dari nulis artikel, jualan online, bikin desain visual, jualan e-book, sampai jadi konten kreator. Fleksibilitasnya itu lho yang bikin banyak orang kepincut.
Nah, ngomong-ngomong soal dunia digital, akhir-akhir ini saya juga lagi mulai nyemplung ke dunia affiliate marketing. Iya, saya tahu, mungkin kedengarannya agak telat banget ya? Di saat orang lain udah panen komisi dari bertahun-tahun lalu, saya baru mulai merangkak sekarang.
Alasan utamanya apa? Ya sederhana dan jujur aja nih... karena butuh uang, hehe!
Mari kita blak-blakan, zaman sekarang apa-apa makin mahal, jadi kalau cuma mengandalkan satu keran pemasukan rasanya kok bikin senam jantung ya. Kita semua tahu lah, tren dunia blogging sekarang emang lagi agak surut. Ditambah lagi, pekerjaan liputan atau pemberitaan dari institusi yang biasa saya pegang itu nggak ada setiap hari. Jadi, daripada diam nunggu bola, ya mending kita adaptasi ikutan tren yang ada demi jemput rezeki, kan? Yang penting dapur ngepul!
Sisi Lain Kesibukan: Menjadi "Detektif" Riset
Selain nyobain affiliate dan tetap nulis, sehari-hari saya juga nyambi jadi Digital Research Recruiter. Kerjaannya ngapain sih? Nah, di sini tugas saya mirip-mirip detektif tapi versi digital.
Setiap ada project baru saya bergerak menyebar formulir ke berbagai platform, mulai dari grup-grup WhatsApp sampai media sosial, demi mencari responden yang benar-benar cocok dengan kriteria riset. Kalau ada yang pas dan masuk kriteria, tugas saya selanjutnya adalah menghubungi dan mewawancarai mereka langsung. Di tahap ini, saya bakal menggali informasi lebih dalam untuk menyaring apakah mereka bisa lanjut ke tahap riset utama atau tidak. Seru, tapi butuh ketelitian ekstra!
Seni Mengatur Prioritas di Rumah
Karena semua pekerjaan ini sistemnya remote alias dikerjakan dari rumah, tantangan terbesarnya adalah harus sangat adaptif. Setiap pekerjaan itu punya karakteristik dan tingkat prioritas yang beda-beda banget.
Biar nggak keteteran, saya punya skala prioritas sendiri:
Prioritas Utama (Nomor Satu): Pekerjaan dari institusi. Ini wajib didahulukan setiap ada pesan masuk.
Prioritas Kedua: Dunia blogger dan konten. Bersyukur banget jobnblogger ini masih ada. Kadang saya masih diundang buat meliput langsung ke berbagai event seru, yang kemudian saya kemas jadi konten artikel dan atau video Reels.
Prioritas Ketiga: Project sampingan seperti recruiter riset dan belajar affiliate. Alhamdulillah belum sebulan udah pecah telor 😁
Menikmati Proses dan Bersyukur
Kalau dibilang capek atau pusing, ya jujur aja, kadang-kadang rentetan pekerjaan ini bikin sakit kepala juga. Harus pinter-pinter bagi waktu, ngetik artikel, edit video, screening responden, sampai mikirin konten affiliate.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kuncinya cuma satu: harus pandai-pandai bersyukur. Di saat kita mungkin mengeluh lelah, pekerjaan rumah yang fleksibel dan menghasilkan cuan seperti ini justru menjadi impian banyak orang di luar sana—mereka yang harus macet-macetan tiap pagi demi ke kantor.
Nggak ada kata terlambat buat belajar hal baru di dunia digital, yang penting dijalani dengan santai tapi konsisten. Kalau teman-teman sendiri gimana nih, ada yang lagi berjuang cari tambahan cuan lewat kerja remote dari rumah juga? Sharing dong!



Tidak ada komentar